Segaris.co
Sabtu, 17 Oktober 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home News

Paus Fransiskus serukan REFORMASI utang global

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
16 Juni 2024 | 08:21 WIB
in News

VATIKAN – SEGARIS.CO – KRISIS UTANG global, kini menjadi ancaman serius, terutama bagi negara-negara berkembang.

Paus Fransiskus, dalam Pertemuan Vatikan yang diadakan tahun ini, menyuarakan keprihatinannya mengenai beban utang yang menghantui negara-negara termiskin di dunia.

Pertemuan bertema ‘Debt Crisis in the Global South’ pada 5 Juni lalu dihadiri oleh ekonom dan petinggi perbankan dunia, di mana Paus Fransiskus menegaskan perlunya aksi lebih dari negara-negara kaya untuk membantu negara-negara miskin yang terjebak dalam krisis utang yang tidak terkendali.

Beban berat utang publik

Negara-negara berkembang kini menghadapi utang publik mencapai US$ 29 triliun. Laporan terbaru dari Konferensi Perdagangan dan Pembangunan PBB menyebutkan bahwa lima belas negara dalam kategori ini mengalokasikan lebih banyak dana untuk pembayaran bunga daripada pendidikan.

Bahkan, 46 negara menghabiskan lebih banyak anggaran untuk utang dibandingkan layanan kesehatan.

Menurut The New York Times, krisis utang saat ini adalah yang terburuk dalam era perekonomian global modern, dengan utang pemerintah global meningkat empat kali lipat sejak tahun 2000.

Penyebabnya beragam, mulai dari pengeluaran pemerintah yang berlebihan hingga dampak pandemi Covid-19, yang menghentikan aktivitas bisnis dan menurunkan pendapatan pekerja, serta meningkatnya biaya kesehatan dan bantuan sosial.

Konflik di Ukraina juga memicu kenaikan harga energi dan pangan, sementara bank sentral menaikkan suku bunga untuk mengatasi inflasi, yang berdampak pada melambatnya pertumbuhan global.

Mauli Siburian tewas tertimbun longsor

Seruan Paus Fransiskus

Paus Fransiskus menghidupkan kembali gagasan Kampanye Yobel untuk tahun 2025, mengajak dunia untuk memikirkan arsitektur keuangan internasional yang lebih adil dan kreatif.

Pernyataan ini sejalan dengan seruan Paus Yohanes Paulus II pada pertemuan serupa 25 tahun lalu, yang menekankan pentingnya pengampunan utang sebagai bentuk solidaritas global.

Kampanye Yobel tahun 2000 berhasil menghapus lebih dari US$ 100 miliar utang dari 35 negara miskin, dan Paus Fransiskus berharap inisiatif serupa dapat dilakukan kembali.

Tantangan dan solusi

Namun, tantangan yang dihadapi saat ini lebih kompleks. Utang negara-negara berkembang sebagian besar dipegang oleh bank besar Barat dan organisasi internasional yang sudah lama berdiri, selain juga oleh ribuan pemberi pinjaman swasta dan negara kreditor seperti China.

Tidak ada lembaga internasional yang memiliki wewenang atas semua pemberi pinjaman untuk mengatasi perselisihan ini.

Pendanaan dari lembaga-lembaga seperti IMF juga tidak lagi memadai untuk mengimbangi beban utang yang semakin berat.

Martin Guzmán, mantan menteri keuangan Argentina, mengkritik kebijakan IMF yang seringkali kontraproduktif dengan menawarkan pinjaman bailout berbunga tinggi, yang justru menambah beban utang.

Menurut Center for Economic and Policy Research, lima negara peminjam terbesar yaitu Ukraina, Mesir, Argentina, Ekuador, dan Pakistan telah membayar US$ 2 miliar sebagai biaya tambahan tahun lalu, yang meningkatkan biaya pinjaman hampir 50%.

Masa depan yang tidak pasti

Prospek negara-negara yang terlilit utang semakin suram, mengingat lambatnya pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan triliunan dolar untuk melindungi negara-negara rentan dari perubahan iklim.

Joseph Stiglitz, mantan kepala ekonom Bank Dunia, menyatakan bahwa optimisme mengenai solusi krisis utang 25 tahun lalu ternyata belum terwujud, dan masalahnya justru semakin memburuk.

Paus Fransiskus, melalui pidatonya di Pertemuan Vatikan, mengakui bahwa permasalahan utang abad ini jauh lebih rumit.

Ia menyerukan transformasi sistem keuangan global sebagai langkah penting untuk mengatasi krisis ini dan menciptakan dunia yang lebih adil bagi semua negara. [RE/***]

Tags: EkonomiGlobalKrisisKrisis Ekonomi GlobalsegarisSegaris.co
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

News

Henry Dunan Pardede: “Daud Simanjuntak, figur mumpuni yang cepat tanggap, peduli dan terbuka untuk semua kalangan”

by Ingot Simangunsong
17 Oktober 2026 | 21:59 WIB
0

PEMATANGSIANTAR, SEGARIS.CO -- KETUA Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Pematangsiantar, Henry Dunan Pardede SP MM, menyatakan rasa syukur atas...

Read more
Oplus_131072
News

LSM Fokus Mitra Indonesia  kukuhkan kepengurusan, Amister Silalahi pimpin organisasi

by Ingot Simangunsong
17 Oktober 2026 | 12:50 WIB
0

PEMATANGSIANTAR, SEGARIS.CO — LEMBAGA Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Komunikasi Mitra Indonesia atau Fokus Mitra Indonesia resmi melantik dan mengukuhkan kepengurusan...

Read more
News

Kapolres Simalungun gelar coffee morning bersama 160 insan pers

by Ingot Simangunsong
16 Oktober 2026 | 21:29 WIB
0

SIMALUNGUN, SEGARIS.CO – KAPOLRES Simalungun AKBP Hendri Nupia Dinka Barus menggelar kegiatan Coffee Morning dan temu ramah bersama insan pers...

Read more
News

Dearmando Damanik: “Daud Simanjuntak itu memiliki hati melayani”

by Ingot Simangunsong
16 Oktober 2026 | 11:34 WIB
0

Dearmando Damanik: "Daud Simanjuntak itu memiliki hati melayani" Dearmando Damanik menunjukkan proses pupuk organik Asap Cair Osaka PEMATANGSIANTAR, SEGARIS.CO --...

Read more
News

‎Bupati Taput dan Mendikdasmen gelar dialog pendidikan bersama guru dan kepala sekolah, bahas penguatan mutu pendidikan

by Ingot Simangunsong
16 Oktober 2026 | 07:38 WIB
0

TAPANULI UTARA, SEGARIS.CO --‎ PEMERINTAH Kabupaten Tapanuli Utara menggelar Dialog Pendidikan bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti...

Read more
News

Capai kesepakatan bersama, pedagang tanggul Aek Sigeaon siap direlokasi

by Ingot Simangunsong
15 Oktober 2026 | 11:05 WIB
0

TAPANULI UTARA, SEGARIS.CO -- PEMERINTAH Kabupaten Tapanuli Utara mengambil langkah strategis dalam penataan kawasan dan mitigasi bencana dengan merelokasi para...

Read more

Berita Terbaru

News

Henry Dunan Pardede: “Daud Simanjuntak, figur mumpuni yang cepat tanggap, peduli dan terbuka untuk semua kalangan”

17 Oktober 2026 | 21:59 WIB
News

LSM Fokus Mitra Indonesia  kukuhkan kepengurusan, Amister Silalahi pimpin organisasi

17 Oktober 2026 | 12:50 WIB
News

Kapolres Simalungun gelar coffee morning bersama 160 insan pers

16 Oktober 2026 | 21:29 WIB
News

Dearmando Damanik: “Daud Simanjuntak itu memiliki hati melayani”

16 Oktober 2026 | 11:34 WIB
News

‎Bupati Taput dan Mendikdasmen gelar dialog pendidikan bersama guru dan kepala sekolah, bahas penguatan mutu pendidikan

16 Oktober 2026 | 07:38 WIB
News

Capai kesepakatan bersama, pedagang tanggul Aek Sigeaon siap direlokasi

15 Oktober 2026 | 11:05 WIB
News

Di Musda XI DPD Partai Golkar Pematangsiantar, Daud Simanjuntak siap maju mencalonkan diri jadi Ketua

14 Oktober 2026 | 21:13 WIB
News

Matangkan persiapan Rakernas V MPK Indonesia, Bupati Taput audiensi dan koordinasi dengan Wagubsu ‎

14 Oktober 2026 | 09:50 WIB
News

Syahmidun Saragih: Tiga agenda Musda Golkar Siantar dengan Nakhoda handal memenangkan Pileg 2029

14 Oktober 2026 | 07:09 WIB
News

Jelang Musda XI Golkar Pematangsiantar, Syahmidun Saragih nilai Daud Simanjuntak layak pimpin partai

13 Oktober 2026 | 12:44 WIB
News

Erikson Sianipar: MBG bukan sekadar memberi makan, tetapi mempersiapkan Generasi Emas Indonesia

12 Oktober 2026 | 21:15 WIB
Kolom

PEMAKZULAN: Istilah politik yang sudah berusia ratusan tahun ahun, apa sih artinya?

12 Oktober 2026 | 04:26 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus