Segaris.co
Senin, 19 Oktober 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home Buah Pikir

Menilik prosesi penyatuan tanah dan air di IKN

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
15 Maret 2022 | 19:36 WIB
in Buah Pikir

Syirik, Khurafat, Bid’ah, Klenik???

Termasuk hal yang sangat dianjurkan dalam Islam adalah Attafa’ul ( التفاؤل ), maknanya berfikir/merenung yang baik-baik, dalam bahasa Jawa disebut NGEPAL APIK, dalam bahasa Melayu dan Aceh dikenal istilah SEMPENA, dalam bahasa umum sering disebut dengan OPTIMISTIK.

Memang salah satu ciri khas Al Aqiidah Al Islamiyyah adalah sifat dan pandangan optimistis dalam segala hal dan keadaan. Hal itu terpatri dalam rukun iman yang keenam yaitu percaya dan Yaqin terhadap QODLO’ DAN QODAR…ALLAH SWT (ketentuan dan ketetapan Allah SWT).

Keyakinan terhadap Qodlo dan Qodar merupakan syarat mutlak dan pondasi untuk menjadi pribadi yang optimistik, jangan kita terbawa pada slogan ‘Awwam yang berkata : Ngapain capek-capek berusaha, kalau sudah takdir kan tak kan ke mana??? Ungkapan ini secara eksplisit seolah benar, tetapi secara implisit mengandung isyarat ke PUTUS ASAAN, padahal Allah SWT telah berfirman:

….أنه لا يياس من روح الله الا القوم الكافرون ,،( يوسف : ٨ )
….”Sesungguhnya tidaklah berputus asa dari rahmat- Nya Allah SWT, kecuali orang-orang kafir.(QS: Yusuf: 87 ).

Baginda Nabi Muhammad SAW bersabda:

لا عدوى ولا طيارة ويعجبني الفاءل، قالوا يا رسول الله وما لفاءل قال : كلمة طيبة… ( رواه البخاري )
“Tidak ada penularan penyakit (kecuali atas izin Allah SWT), tidak ada mereka-reka kesialan, dan aku menyukai Al fa’ lu, para sahabat bertanya: apa alfa’lu wahai Rasulullah? Nabi SAW bersabda: kalimat-kalimat yang baik/optimistis (HR. al-Bukhari).

Dalam banyak kesempatan dan keseharian Baginda Nabi Muhammad SAW, beliau sering kali mencontohkan Tafa’ul dalam bentuk ucapan, isyarat dan tindakan di antaranya:

1. Nabi SAW membalik rida/selendang pada saat khutbah sholat istisqa’ (sholat minta hujan) dengan harapan mudah-mudahan kondisi kemarau ini segera diubah/ diganti dengan hujan yang membawa kesejahteraan.

2. Nabi SAW melarang untuk memecah atau meremukkan tulang hewan aqiqah (sapi, kambing dll) dengan harapan semoga sang anak selalu sehat wal Afiyah lahir bathin.

3 Nabi SAW menganjurkan memasak hewan sembelihan aqiqah dengan rasa yang ada manis-manis dengan harapa n semoga akhlaq dan pekerti sang anak kelak baik, manis untuk sesama.

4. Nabi SAW menjampi orang sedang sakit dengan membaca surat Al mu’awwidzaat (Al Ikhlas, Al Falaq, Annaas) lalu meniupkan/ menghembuskannya ke orang yang sakit, dengan harapan semoga sakit dan penyakit yang ada segera sirna di bawa angin yang berhembus.

5. Rasulullah SAW suka dengan menganankan/ memulai sesuatu dengan sebelah kanan, dengan harapan semoga kelak menjadi ashabul Yamin dan golongan yang menerima catatan dengan tangan kanan.

6. Rasul SAW juga pernah bertafa’ul dengan nama seorang sahabat yang bernama Suhail, lalu beliau SAW berujar: sungguh, semoga Allah SWT senantiasa memudahkan segala urusanmu.

Dan banyak contoh-contoh Tafa’ul Nabi SAW yang terekam dalam kitab-kitab hadits dan secara panjang lebar sudah dijelaskan para ulama kita.

Sengaja memantik perdebatan publik

Apa kaitan dengan prosesi SIMBOLIS Penyatuan tanah dan air yang dibawa oleh masing-masing kepala daerah dari daerahnya masing-masing untuk disatukan di lahan IKN yang dipimpin langsung Bapak Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo???

Banyak statemen- statement yang prematur dan terkesan sengaja memantik perdebatan publik, khususnya di masyarakat awam, dan juga memicu konflik horizontal di akar rumput, bahkan ada yang menyebut hal itu syirik, khurafat, klenik dan lain-lain…والعياذ بالله من ذلك.

Sungguh apa yang dilakukan Pak Presiden dan pemerintah secara umum adalah bukan hal terlarang dan haram untuk dilakukan!!! Bahkan sangat dianjurkan (mustahab) dalam agama, sebagaimana contoh-contoh yang telah diuraikan di atas, hal itu lazim disebut TAFA’UL.

Saya pribadi sangat yaqin bahwa spirit dan tujuan acara prosesi SIMBOLIS itu sangat positif, yaitu memberikan pesan moral dan do’a bahwa Indonesia ke depan bisa bersatu kembali dalam wadah yang disebut NUSANTARA sebagaimana yang dicita-citakan para the founding fathers.

Kalau kita melihat lebih luas lagi bahwa Tafau’l itu bukan hanya dilegitimasi oleh syariat agama tetapi bahkan sudah menjadi kearifan lokal pada tiap-tiap daerah dan suku di Nusantara ini dengan berbagai bentuk dan karakternya.

Sebut saja di adat Melayu ada TEPUNG TAWAR, PULUT KUNING dan lain-lain, di Jawa ada NYADRAN, SIRAMAN, di Minangkabau ada MANDI BALIMAU dan lain-lain, begitu juga daerah dan suku yang lainnya. Di samping hal itu menjadi adat tetapi di dalamnya ada unsur TAFA’UL yang sejalan dengan nilai-nilai agama Islam.

Selalulah untuk berfikir waras dan obyektif

Sebagai tambahan referensi tentang Tafa’ul ini, silahkan baca Kitab DAQOIQUL AKHBAR karangan Assyeikh Abdurrahim bin Ahmad AL-Qadhi, beliau menyebutkan riwayat penciptaan Nabi Adam as, bahwa Nabi Adam as diciptakan Allah SWT dari unsur- unsur tanah daerah yang punya karakter berbeda- beda di atas muka Bumi ini…?

Pertanyaannya adalah, apakah Allah SWT tidak mampu mencipta Nabi Adam As hanya dari satu unsur tanah?

Jawabannya, tentunya Allah SWT maha mampu untuk melakukannya, hanya Allah SWT ingin mengajarkan kepada kita tentang makna TAFA’UL dan KEBERAGAMAN.

(Mari hentikan setigmasisasi negatif terhadap para pemimpin-pemimpin kita, dan selalulah untuk berfikir waras dan obyektif dalam menilai suatu persoalan).

Perlu diketahui, bahwa saya bukan Timses atau Penasehat Pak Jokowi ketika pemilihan Presiden. Saya bukan afiliasi ke parpol mana pun dan alhamdulillah saya juga belum pernah menikmati bantuan PKH, BLT dan lain-lain, saya menyampaikan hal ini murni karena merasa sedih kenapa orang-orang awam, masyarakat bawah, selalu dicekoki dengan amarah dan kebencian terhadap Pemimpinnya. Siapakah gerangan aktor intelektual di balik fenomena ini.??? والعياذ بالله من ذلك.

Wallahu a’lam bisshowaab.
Medan, 15 Maret 2022,

Penulis AlFaqiir Akhmad Khambali

Tags: IKNJokowiPositifWaras
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

Oplus_131072
Buah Pikir

Menanti keberanian Jaksa menangkap para perampok uang Jalan Tol Medan- Binjai

by Ingot Simangunsong
11 Oktober 2026 | 11:54 WIB
0

Catatan | Sutrisno Pangaribuan  BEBERAPA waktu yang lalu, penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara (Sumut), dikabarkan telah...

Read more
Buah Pikir

PR besar penataan Telekomunikasi, butuh solusi bersama 

by Ingot Simangunsong
6 Oktober 2026 | 10:10 WIB
0

Oleh | Herry Chandra, ST Pimpinan PT Hydra Media Indonesia. Tim Hydra Net DUNIA telekomunikasi Indonesia sedang tumbuh pesat. Kebutuhan...

Read more
Buah Pikir

“Bupati sehari”

by Ingot Simangunsong
28 September 2026 | 07:19 WIB
0

Catatan | Martua Situmorang   OLIMPIADE Sains Kelas Unggulan (OSKU) Jenjang SMP Kabupaten Tapanuli Utara diselenggarakan Dinas Pendidikan Sabtu, 19...

Read more
Buah Pikir

MUBES VI PUJAKESUMA, 18-20 September 2026, Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta

by Ingot Simangunsong
18 September 2026 | 17:18 WIB
0

Catatan | Herry Chandra, ST  Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Kulon Nuwun, DARI tanah Habonaron Do Bona Simalungun yang subur, tempat nenek...

Read more
Oplus_131072
Buah Pikir

Bobby harus belajar (lagi) kewenangan kepala daerah

by Ingot Simangunsong
26 Agustus 2026 | 19:59 WIB
0

Catatan | Sutrisno Pangaribuan    BOBBY NASUTION kembali melakukan akrobat politik dengan menjadi kepala daerah paling peduli terhadap warga. Gubernur...

Read more
Oplus_131072
Buah Pikir

Timoty Situmorang, telusuri silsilah Op Tuan Situmorang

by Ingot Simangunsong
25 Agustus 2026 | 07:14 WIB
0

Catatan | Martua Situmorang   TIMOTY SITUMORANG, 27 tahun, lahir di Kota Medan, tetapi dia sangat pasih berbahasa Batak. Anak...

Read more

Berita Terbaru

News

KWT di Pematangsiantar panen sayuran dan cabai, pendampingan Daud Simanjuntak diapresiasi

19 Oktober 2026 | 09:12 WIB
KESEHATAN

Berawal dari perjuangan mengobati anak,  Helleria Barasa merintis bisnis MCI One More

18 Oktober 2026 | 23:21 WIB
News

Tiga warga apresiasi Daud Simanjuntak, keluhan infrastruktur cepat ditindaklanjuti

18 Oktober 2026 | 08:46 WIB
News

Henry Dunan Pardede: “Daud Simanjuntak, figur mumpuni yang cepat tanggap, peduli dan terbuka untuk semua kalangan”

17 Oktober 2026 | 21:59 WIB
News

LSM Fokus Mitra Indonesia  kukuhkan kepengurusan, Amister Silalahi pimpin organisasi

17 Oktober 2026 | 12:50 WIB
News

Kapolres Simalungun gelar coffee morning bersama 160 insan pers

16 Oktober 2026 | 21:29 WIB
News

Dearmando Damanik: “Daud Simanjuntak itu memiliki hati melayani”

16 Oktober 2026 | 11:34 WIB
News

‎Bupati Taput dan Mendikdasmen gelar dialog pendidikan bersama guru dan kepala sekolah, bahas penguatan mutu pendidikan

16 Oktober 2026 | 07:38 WIB
News

Capai kesepakatan bersama, pedagang tanggul Aek Sigeaon siap direlokasi

15 Oktober 2026 | 11:05 WIB
News

Di Musda XI DPD Partai Golkar Pematangsiantar, Daud Simanjuntak siap maju mencalonkan diri jadi Ketua

14 Oktober 2026 | 21:13 WIB
News

Matangkan persiapan Rakernas V MPK Indonesia, Bupati Taput audiensi dan koordinasi dengan Wagubsu ‎

14 Oktober 2026 | 09:50 WIB
News

Syahmidun Saragih: Tiga agenda Musda Golkar Siantar dengan Nakhoda handal memenangkan Pileg 2029

14 Oktober 2026 | 07:09 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus