PEMATANGSIANTAR, SEGARIS.CO – ORGANISASI kemasyarakatan (ormas) dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) harus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Kota Pematangsiantar sebagai Kota Pelajar berbasis smart city dan Kota Sehat.
Hal tersebut disampaikan Amister Silalahi, S.Pd., saat membuka kegiatan sosialisasi dan gladi di Cafe Mawar, Taman Bunga, Pematangsiantar, Sabtu (10/10/2026).
Amister Silalahi disebut-sebut berpeluang memimpin LSM Fokus Mitra Keadilan untuk periode 2026–2031.
Amister menegaskan bahwa ormas dan LSM bukan sekadar pelengkap pembangunan. Keduanya memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah yang perlu mendapat dukungan nyata agar dapat berkontribusi bagi masyarakat.
“Program-program ormas pasti membawa niat baik. Tugas kita sebagai pemerintah adalah memastikan mereka mendapatkan pelayanan yang prima. Jangan sampai semangat dari bawah justru hilang karena tidak ada ruang gerak yang difasilitasi pemerintah,” ujarnya di hadapan sejumlah tokoh LSM dan insan media.
Ia menilai, ormas dan LSM memiliki peran penting dalam menyampaikan aspirasi masyarakat, menjaga nilai-nilai sosial, serta menjadi jembatan komunikasi antara warga dan pemerintah.
Menurutnya, kolaborasi dapat dilakukan sesuai bidang kegiatan masing-masing organisasi.
Ormas yang bergerak di bidang sosial, misalnya, dapat bersinergi dengan Dinas Sosial.
Sementara organisasi yang berfokus pada kepemudaan dapat menjalin kerja sama dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).
“Prinsipnya, jangan ada yang dibiarkan berjalan sendiri. Yang aktif kita dukung, sedangkan yang belum aktif kita dorong,” katanya.
Amister juga menyampaikan bahwa visi pembangunan Kota Pematangsiantar hanya dapat diwujudkan melalui keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk ormas dan LSM.
Ia turut menyinggung pentingnya sinergi yang lebih luas hingga Kabupaten Simalungun.
“Pertemuan hari ini merupakan bentuk komitmen kita. Pemerintah tidak boleh hanya membuat aturan, tetapi juga harus hadir sebagai fasilitator dan pendamping,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia memaparkan sembilan program unggulan Pemerintah Kota Pematangsiantar sebagai arah pembangunan lima tahun ke depan.
Program-program tersebut, menurutnya, terbuka untuk dikolaborasikan dengan ormas dan LSM.
Ia menambahkan, pembinaan terhadap ormas dan LSM tidak cukup hanya menyangkut aspek administrasi dan legalitas.
Lebih dari itu, pembinaan harus diarahkan pada peningkatan kualitas kegiatan serta penguatan sinergi dengan program pemerintah.
“Keberadaan ormas merupakan bagian dari kehidupan bermasyarakat yang diatur dalam peraturan perundang-undangan. Kita ingin mereka tidak hanya eksis secara legalitas, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan kota,” katanya.
Kegiatan tersebut turut menghadirkan narasumber dari kalangan media. Acara berlangsung khidmat dan penuh keakraban hingga selesai. [Hanna Napitu]






