LANGKAT — SEGARIS.CO — BUPATI Langkat H. Syah Afandin mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Provinsi Sumatera Utara yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, H. Muhammad Tito Karnavian.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah pusat dan daerah untuk menuntaskan pemulihan dampak bencana banjir dan longsor sebelum memasuki bulan suci Ramadan.
Rakor tersebut berlangsung di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, Senin (12/1/2026).
Rapat koordinasi ini turut dihadiri Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, Wakil Gubernur Surya.
Berdasarkan data pembaruan hingga 12 Januari 2026, Provinsi Sumatera Utara tercatat mengalami bencana banjir di 19 kabupaten/kota. Jumlah warga terdampak mencapai 479.325 kepala keluarga atau 1.804.827 jiwa, dengan 375 orang meninggal dunia dan 41 orang dinyatakan hilang.
Sementara itu, total kerugian pada sektor infrastruktur, ekonomi, pendidikan, sosial, dan perumahan diperkirakan mencapai Rp18,43 triliun.
Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan bahwa kondisi Sumatera Utara secara umum telah berangsur pulih. Namun demikian, masih terdapat lima kabupaten/kota yang membutuhkan penanganan ekstra dalam proses pemulihan pascabencana, yakni Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, dan Kota Sibolga.
Ia menjelaskan bahwa progres penyusunan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) Provinsi Sumatera Utara telah melampaui 50 persen dan ditargetkan rampung pada minggu terakhir Januari 2026.
“Kami terus mengupayakan percepatan pendataan dan penyusunan R3P kabupaten/kota terdampak banjir untuk segera diajukan kepada Tim Satgas,” tegas Bobby.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan seluruh kepala daerah atas langkah cepat dalam penanganan dan pemulihan pascabencana.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Sumatera Utara yang bergerak cepat. Inflasi dapat dikendalikan, sektor ekonomi, pemerintahan, pendidikan, dan sosial berangsur pulih. Ini merupakan hasil kerja keras seluruh kepala daerah,” ujar Tito.
Sebagai Ketua Tim Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana, Tito Karnavian juga menjelaskan bahwa pemerintah pusat telah menyiapkan skema teknis penanganan perumahan bagi korban banjir dan longsor. Untuk rumah rusak berat, pemerintah akan memberikan bantuan Rp60 juta, ditambah Rp8 juta untuk biaya perabotan serta pemulihan ekonomi per kepala keluarga bagi warga yang tinggal di hunian sementara.
Sementara untuk rumah rusak sedang dan rusak ringan, masing-masing akan mendapatkan bantuan Rp30 juta dan Rp15 juta,” tambahnya.
Rapat koordinasi ini menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mempercepat pemulihan pascabencana di Sumatera Utara, dengan target penyelesaian sebelum bulan Ramadan, sehingga masyarakat terdampak banjir dan longsor dapat menjalani ibadah Ramadan dengan lebih layak dan aman tanpa harus tinggal di tenda pengungsian. [Sihotang/***]






