Segaris.co
Senin, 7 September 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home KESEHATAN

Sejarah Cacar Monyet dan dampaknya

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
13 Juni 2024 | 21:55 WIB
in KESEHATAN

PEMATANGSIANTAR – SEGARIS.CO – CACAR MONYET, atau monkeypox, adalah penyakit zoonosis yang pertama kali diidentifikasi pada manusia pada tahun 1970 di Republik Demokratik Kongo.

Virus penyebab cacar monyet adalah bagian dari keluarga virus Poxviridae, genus Orthopoxvirus, yang juga mencakup virus penyebab cacar (smallpox).

Meski pun namanya cacar monyet, hewan pengerat seperti tikus dan tupai dianggap sebagai reservoir utama virus ini, sementara monyet dan manusia hanya merupakan inang sementara.

Asal usul dan penyebaran awal

Kasus pertama cacar monyet ditemukan pada anak-anak di wilayah pedesaan Kongo yang terletak dekat dengan hutan hujan tropis, lingkungan alami bagi hewan pengerat yang membawa virus tersebut.

Penyebaran awal cacar monyet terutama terjadi di Afrika Tengah dan Barat, dengan Nigeria, Kamerun, Republik Afrika Tengah, dan Liberia melaporkan sejumlah kasus sporadis.

Penularan antar manusia

Penularan cacar monyet antar manusia terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh, lesi kulit, atau bahan yang terkontaminasi dari penderita.

Penularan juga dapat terjadi melalui droplet saluran pernapasan selama kontak tatap muka yang berkepanjangan.

Meski pun penularan antar manusia dimungkinkan, tingkat infeksi sekunder cenderung rendah dibandingkan dengan penyakit lain seperti COVID-19 atau influenza.

Kasus utang pejabat Samosir TAHAP PEMBUKTIAN di PN Balige

Sebaran global

Pada tahun 2003, wabah cacar monyet pertama di luar Afrika dilaporkan di Amerika Serikat. Wabah ini dikaitkan dengan impor hewan eksotis dari Afrika yang menularkan virus kepada hewan peliharaan dan kemudian kepada manusia.

Kejadian ini menyoroti potensi penyebaran global virus melalui perdagangan hewan.

Pada tahun-tahun berikutnya, beberapa negara di Eropa dan Asia melaporkan kasus impor, umumnya terkait dengan perjalanan dari wilayah endemik di Afrika.

Peningkatan mobilitas manusia dan perdagangan internasional meningkatkan risiko penyebaran penyakit zoonosis seperti cacar monyet ke berbagai belahan dunia.

Cacar Monyet di Indonesia

Indonesia melaporkan kasus pertama cacar monyet pada tahun 2022. Kasus ini ditemukan pada seorang warga negara Indonesia yang baru saja kembali dari perjalanan ke negara dengan wabah aktif cacar monyet.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan segera mengambil langkah-langkah untuk menanggulangi penyebaran penyakit ini, termasuk pelacakan kontak, isolasi pasien, dan kampanye informasi kepada masyarakat tentang cara pencegahan infeksi.

Langkah pencegahan dan pengendalian

Untuk mencegah penyebaran lebih lanjut, Indonesia mengimplementasikan beberapa strategi pencegahan, seperti:

Pengawasan dan pelacakan kasus: Meningkatkan sistem pengawasan untuk mendeteksi dan melacak kasus cacar monyet secara cepat.

Edukasi dan komunikasi risiko: Memberikan edukasi kepada masyarakat tentang gejala cacar monyet, cara penularan, dan langkah-langkah pencegahan.

Vaksinasi: Menggunakan vaksin cacar (smallpox) yang telah terbukti memberikan perlindungan silang terhadap cacar monyet sebagai tindakan pencegahan pada populasi berisiko tinggi.

Isolasi dan perawatan: Mengisolasi kasus terkonfirmasi dan memberikan perawatan yang tepat untuk mengurangi risiko penularan.

Meski pun cacar monyet belum menjadi ancaman besar di Indonesia, kewaspadaan dan langkah-langkah pencegahan yang tepat sangat penting untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.

Dengan kerjasama antara pemerintah, tenaga medis, dan masyarakat, diharapkan penyakit ini dapat dikendalikan dengan baik dan tidak menimbulkan wabah yang lebih luas di masa depan. [Ingot Simangunsong/***]

Tags: CacarCacar MonyetMonyetsegarisSegaris.co
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

KESEHATAN

Cegah Stunting demi Generasi Emas 2045, Bupati Taput buka Baksos Kesehatan Gigi dan Mulut

by Ingot Simangunsong
31 Juli 2026 | 22:04 WIB
0

‎TAPANULI UTARA, SEGARIS.CO -- BUPATI Tapanuli Utara, Jonius TP Hutabarat, buka Baksos (Bakti Sosial) kesehatan gigi dan mulut di Gedung...

Read more
KESEHATAN

Rumkit Bhayangkara Polda Aceh raih tiga penghargaan sekaligus atas kinerja keuangan dan pelayanan publik

by Ingot Simangunsong
30 Oktober 2025 | 19:44 WIB
0

BANDA ACEH — SEGARIS.CO -- RUMAH Sakit (Rumkit) Bhayangkara Tingkat III Polda Aceh kembali mencatat prestasi gemilang dengan menyabet tiga...

Read more
KESEHATAN

Wabup Samosir hadiri Rakor Nasional percepatan eliminasi TBC di Jakarta

by Ingot Simangunsong
27 Agustus 2025 | 09:57 WIB
0

JAKARTA – SEGARIS.CO -- Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk bersama Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution menghadiri Rapat Koordinasi...

Read more
KESEHATAN

Penyakit Moyamoya: kabut di pembuluh otak

by Ingot Simangunsong
27 Mei 2025 | 03:09 WIB
0

PEMATANGSIANTAR -- SEGARIS.CO -- PENYAKIT Moyamoya adalah gangguan langka pada pembuluh darah di otak. Nama "moyamoya" berasal dari bahasa Jepang...

Read more
KESEHATAN

Agnodike simbol perjuangan perempuan dalam dunia medis

by Ingot Simangunsong
31 Maret 2025 | 19:03 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong BIDAN pertama di dunia tidak diketahui secara pasti karena praktik kebidanan sudah ada sejak zaman kuno,...

Read more
KESEHATAN

Gedung baru Puskesmas Buhit diresmikan, Bupati Samosir: “Pelayanan harus seindah bangunannya”

by Ingot Simangunsong
31 Januari 2025 | 16:35 WIB
0

SAMOSIR – SEGARIS.CO -- Pemerintah Kabupaten Samosir terus berkomitmen meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat. Upaya ini diwujudkan...

Read more

Berita Terbaru

News

Pimpin apel gabungan, Wabup Taput tekankan evaluasi kinerja, inovasi, dan transparansi publik

7 September 2026 | 10:45 WIB
News

Rapidin Simbolon instruksikan kader PDI Perjuangan Sumut jaga stabilitas politik di tengah bencana

7 September 2026 | 01:40 WIB
News

Poster “Kabinet Tangguh” viral, Dedi Mulyadi–Ahok dipasangkan untuk 2029

6 September 2026 | 17:40 WIB
News

SD Integritas Bangsa abaikan biaya perobatan siswanya

6 September 2026 | 15:44 WIB
News

Sidang Kasus Kuota Haji: Gus Alex sebut 24 anggota Panja Komisi VIII minta 3.000 riyal

5 September 2026 | 09:56 WIB
News

Bantuan tahap pertama tuntas disalurkan, PDI Perjuangan sapa pengungsi Desa Suka Tengah

5 September 2026 | 08:07 WIB
News

Rapidin Simbolon pimpin penyaluran bantuan untuk pengungsi erupsi Gunung Sinabung

4 September 2026 | 08:20 WIB
News

Saleh Partaonan Daulay: Penyaluran KUR dengan plafon Rp100 juta tak perlu agunan tambahan

4 September 2026 | 06:56 WIB
News

Kebakaran pabrik PT Evyap di KEK Sei Mangkei, Tiga pekerja vendor tewas

3 September 2026 | 18:03 WIB
News

Jusniar Siahaan: “Penutupan Hotel Zoe’s Paradise hanya akal-akalan saja”

3 September 2026 | 17:29 WIB
SEREMONI

Dengan akhlak Nabi, Polres Siantar wujudkan pelayanan humanis

3 September 2026 | 14:06 WIB
News

Erupsi Gunung Sinabung ganggu penerbangan Kualanamu, Bandara sempat ditutup sementara

3 September 2026 | 13:07 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus