Segaris.co
Minggu, 6 September 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home News
Vladimir Putin

Vladimir Putin

Pembicaraan damai Rusia-Ukraina “menemui jalan buntu”

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
13 April 2022 | 06:17 WIB
in News

PRESIDEN Rusia, Vladimir Putin menyebutkan bahwa Kiev (Ukraina) telah kembali pada perjanjian tentatif yang dibuat antara tim negosiasi Ukraina dan Rusia di Istanbul pada akhir Maret, yang menjadikan pembicaraan damai sekarang, telah “kembali menemui jalan buntu”.

“Ukraina telah menolak untuk mengakui Krimea sebagai republik Rusia dan Donbass sebagai independen,” kata Vladimir Putin di Kosmodrom Vostochny di Timur Jauh Rusia pada hari Selasa (12/04/2022).

Vladimir Putin menekankan bahwa dua poin itu adalah topik utama yang tanpanya, tidak ada kemajuan yang dapat dicapai dalam pembicaraan damai.

Putaran negosiasi terbaru antara Moskow dan Kiev diadakan dua minggu lalu di Istanbul, Turki, di mana, menurut pihak Rusia, delegasi Ukraina menawarkan rancangan proposal tertulis pertamanya tentang cara menyelesaikan konflik.

Masih ada batu sandungan utama

Sementara kepala tim negosiasi Rusia, Vladimir Medinsky, menyatakan beberapa optimisme hati-hati setelah pembicaraan di Istanbul.

“Ukraina telah mengisyaratkan bahwa mereka siap untuk menyatakan dirinya sebagai negara netral, namun masih ada beberapa batu sandungan utama,” kata Vladimir Medinsky.

Moskow menuntut agar Kiev secara resmi mengakui Krimea sebagai bagian dari Rusia dan republik-republik di Donbass sebagai negara merdeka.

Krimea memilih untuk meninggalkan Ukraina dan bergabung kembali dengan Rusia tak lama setelah kudeta Maidan 2014 di Kiev.

Selama pembicaraan di Istanbul, delegasi Ukraina berjanji bahwa Kiev tidak akan berusaha merebut kembali republik Donbass dengan paksa, dan menyarankan untuk mengadakan negosiasi terpisah tentang status Krimea selama 15 tahun.

Namun, Kamis lalu, Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov mengatakan Ukraina telah mengajukan proposal tertulis baru yang menyimpang dari apa yang ditawarkan selama pembicaraan langsung.

Proposal baru, menurut Sergey Lavrov, gagal menyebutkan bahwa jaminan keamanan yang ingin diperoleh Kiev dari kekuatan dunia terkemuka tidak mencakup Krimea.

Satu-satunya jalan keluar dari krisis

Sementara itu, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky mengatakan kepada Bild Jerman pada hari Jumat bahwa Kiev masih melihat pembicaraan dengan Rusia sebagai satu-satunya jalan keluar dari krisis saat ini.

Negosiator Ukraina mengusulkan di Istanbul bahwa Ukraina menjadi negara non-blok dengan imbalan jaminan keamanan yang mengikat secara hukum.

Rusia berulang kali menyebut aspirasi Ukraina untuk bergabung dengan NATO sebagai salah satu alasan kampanye militer yang diluncurkan Moskow terhadap negara tetangga itu bulan lalu.

Para pemimpin Rusia dan Belarus bertemu di pelabuhan antariksa Rusia pada hari Selasa, memperingati ulang tahun ke-61 penerbangan luar angkasa manusia pertama oleh Yuri Gagarin.

Vladimir Putin berterima kasih kepada mitranya dari Belarusia, Alexander Lukashenko atas perannya dalam membuat negosiasi damai antara Rusia dan Ukraina dimungkinkan sejak awal.

Sebelum pembicaraan Istanbul, perwakilan Rusia dan Ukraina mengadakan tiga pertemuan tatap muka di Belarus. Negosiasi dimulai pada 28 Februari di wilayah Gomel. Mereka kemudian melanjutkan pada 3 dan 7 Maret di Belovezhskaya Pushcha. Pembicaraan berlanjut dari sana melalui tautan video.

Presiden Rusia menekankan bahwa “sebagian besar, adalah mungkin untuk memulai dialog langsung dengan pihak Ukraina berkat upaya pribadi presiden Belarusia.”

Kepala negara Rusia menambahkan bahwa, di matanya, Belarus adalah tempat yang cocok untuk “kontak lebih lanjut” antara Moskow dan Kiev.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan kepada Sky News Kamis lalu bahwa Moskow berharap serangan militer di Ukraina akan berakhir dalam waktu dekat, mungkin “dalam beberapa hari mendatang,” baik melalui militer Rusia mencapai tujuannya atau finalisasi kesepakatan antara kedua negara. (IS/***)

Tags: BuntuDamaiJalanRusiaUkrainaVladimir Putin
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

News

Sidang Kasus Kuota Haji: Gus Alex sebut 24 anggota Panja Komisi VIII minta 3.000 riyal

by Ingot Simangunsong
5 September 2026 | 09:56 WIB
0

JAKARTA, SEGARIS.CO — PERSIDANGAN perkara dugaan korupsi pengelolaan kuota haji tambahan tahun 2023–2024 kembali mengungkap keterangan yang menarik perhatian publik....

Read more
News

Bantuan tahap pertama tuntas disalurkan, PDI Perjuangan sapa pengungsi Desa Suka Tengah

by Ingot Simangunsong
5 September 2026 | 08:07 WIB
0

KARO, SEGARIS.CO — WAJAH lelah warga Desa Suka Tengah (Kutatengah) yang mengungsi di Desa Sukatepu, Kecamatan Naman Teran, tak mampu...

Read more
News

Rapidin Simbolon pimpin penyaluran bantuan untuk pengungsi erupsi Gunung Sinabung

by Ingot Simangunsong
4 September 2026 | 08:20 WIB
0

KARO, SEGARIS.CO – KETUA DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, Rapidin Simbolon, memimpin langsung penyaluran bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak erupsi...

Read more
News

Saleh Partaonan Daulay: Penyaluran KUR dengan plafon Rp100 juta tak perlu agunan tambahan

by Ingot Simangunsong
4 September 2026 | 06:56 WIB
0

TAPANULI UTARA, SEGARIS.CO --‎ BUPATI Tapanuli Utara, Jonius TP Hutabarat, menerima kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR RI yang dipimpin...

Read more
Oplus_131072
News

Kebakaran pabrik PT Evyap di KEK Sei Mangkei, Tiga pekerja vendor tewas

by Ingot Simangunsong
3 September 2026 | 18:03 WIB
0

SIMALUNGUN, SEGARIS.CO – MUSIBAH kebakaran melanda area pabrik PT Evyap Sabun Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Nagori...

Read more
News

Jusniar Siahaan: “Penutupan Hotel Zoe’s Paradise hanya akal-akalan saja”

by Ingot Simangunsong
3 September 2026 | 17:29 WIB
0

PEMATANGSIANTAR, SEGARIS.CO - KETUA LBH Gerak Indonesia DPD Sumut, Jusniar Endah Siahaan SH, menyebutkan bahwa pihaknya tidak pernah menerima surat...

Read more

Berita Terbaru

News

Sidang Kasus Kuota Haji: Gus Alex sebut 24 anggota Panja Komisi VIII minta 3.000 riyal

5 September 2026 | 09:56 WIB
News

Bantuan tahap pertama tuntas disalurkan, PDI Perjuangan sapa pengungsi Desa Suka Tengah

5 September 2026 | 08:07 WIB
News

Rapidin Simbolon pimpin penyaluran bantuan untuk pengungsi erupsi Gunung Sinabung

4 September 2026 | 08:20 WIB
News

Saleh Partaonan Daulay: Penyaluran KUR dengan plafon Rp100 juta tak perlu agunan tambahan

4 September 2026 | 06:56 WIB
News

Kebakaran pabrik PT Evyap di KEK Sei Mangkei, Tiga pekerja vendor tewas

3 September 2026 | 18:03 WIB
News

Jusniar Siahaan: “Penutupan Hotel Zoe’s Paradise hanya akal-akalan saja”

3 September 2026 | 17:29 WIB
SEREMONI

Dengan akhlak Nabi, Polres Siantar wujudkan pelayanan humanis

3 September 2026 | 14:06 WIB
News

Erupsi Gunung Sinabung ganggu penerbangan Kualanamu, Bandara sempat ditutup sementara

3 September 2026 | 13:07 WIB
News

Bukan sekadar ekonomi, CU dampingan YAPIDI cetak pemimpin perempuan dari desa

3 September 2026 | 10:01 WIB
News

Gerakan Pangan Murah di Pasar Tarutung, Bupati: “Langkah konkret menekan laju inflasi”

3 September 2026 | 06:47 WIB
SEREMONI

Kejari Simalungun gelar upacara Harlah ke-81 Kejaksaan RI 

2 September 2026 | 16:17 WIB
SEREMONI

Polres Pematangsiantar beri kejutan Harlah ke-81 Kejaksaan 

2 September 2026 | 16:03 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus