SIMALUNGUN, SEGARIS.CO – KEBERSAMAAN, persaudaraan, dan semangat perjuangan berpadu dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15 Partai NasDem yang digelar di Jalan Sitalasari, Desa Pematang Simalungun, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Kamis (5/11/2026).
Peringatan tersebut tidak sekadar menjadi penanda perjalanan usia partai. Lebih dari itu, momentum ini diisi dengan doa bersama untuk mengenang jasa para pahlawan bangsa, sekaligus menghormati para tokoh dan kader NasDem yang telah berpulang.
Dalam suasana penuh kekeluargaan, kegiatan ini menjadi ruang untuk merawat silaturahmi, mempererat persaudaraan, serta meneguhkan kembali semangat perjuangan partai.
Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya anggota DPRD Kabupaten Simalungun dari Partai NasDem, Bernat Damanik dan Takas Kroni Silitonga. Hadir pula anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dari Partai NasDem, Roni Situmorang.
Turut hadir perwakilan Camat Siantar, Juliana Hutabarat, serta ratusan warga dan simpatisan Partai NasDem yang mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias.
Mengusung tema “Meneguhkan Restorasi, Menguatkan Perjuangan”, peringatan HUT ke-15 ini berlangsung dalam suasana hangat.
Tidak tampak sekat antara pengurus, kader, maupun simpatisan. Semuanya melebur dalam semangat kebersamaan.
Menjelang akhir kegiatan, suasana semakin akrab ketika Roni Situmorang terlihat bersalam-salaman dengan para pengurus dan simpatisan NasDem.
Sebuah gestur sederhana yang menghadirkan makna tentang pentingnya menjaga hubungan dan persahabatan dalam perjalanan politik.
Kegiatan kemudian ditutup dengan menyanyikan lagu Tanda Sebuah Persahabatan.
Lantunan lagu tersebut seolah menjadi penegas bahwa perjuangan politik tidak semata-mata berbicara tentang kekuasaan dan jabatan, tetapi juga tentang persaudaraan, kepercayaan, dan kesetiaan menjaga kebersamaan.
Peringatan HUT ke-15 ini diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni tahunan.
Semangat restorasi perlu diterjemahkan ke dalam kerja nyata, memperkuat persatuan, meningkatkan pengabdian, serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Sebab, usia sebuah partai bukan hanya dihitung dari perjalanan waktu, melainkan juga dari seberapa besar arti kehadirannya bagi rakyat.
Di Simalungun, peringatan itu menjadi pengingat bahwa persahabatan dan persatuan merupakan modal penting untuk menjaga api perjuangan tetap menyala. [Hanna Napitu/***]






