ASAHAN, SEGARIS.CO — SETELAH menyalurkan tali asih kepada siswa terdampak dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sabtu (3/10/2026), DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara kembali memberikan bantuan kepada siswa terdampak di Kabupaten Asahan.
Penyerahan tali asih dilakukan di MTsN 2 Asahan, Kisaran, Senin (5/10/2026), kepada 21 siswa.
Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian PDI Perjuangan Sumatera Utara terhadap anak-anak dan keluarga yang terdampak persoalan dalam pelaksanaan program MBG.
Bantuan itu sekaligus menjadi bagian dari pelaksanaan pesan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri agar kader selalu hadir di tengah masyarakat, terutama ketika masyarakat menghadapi situasi sulit.
Wakil Ketua Bidang Politik DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, Sutrisno Pangaribuan, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus dukungan moral kepada siswa dan keluarga yang terdampak.
“Kami melanjutkan apa yang sudah dilakukan di Karo. Ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada anak-anak dan keluarga yang terdampak. Kami ingin mereka tahu bahwa mereka tidak sendiri dan ada yang hadir memberikan dukungan di tengah situasi yang mereka hadapi,” ujar Sutrisno.
Menurutnya, perhatian kepada para siswa bukan semata-mata mengenai bantuan yang diberikan, tetapi juga bagaimana anak-anak dan keluarga mereka merasa didampingi setelah mengalami kejadian yang tidak diharapkan.
“Kita bisa membayangkan bagaimana perasaan anak-anak dan orang tua setelah mengalami kejadian seperti ini. Karena itu, kami ingin datang, bertemu langsung, mendengar dan memberikan sedikit penguatan. Mudah-mudahan mereka segera pulih dan bisa kembali menjalani hari-hari mereka dengan tenang,” katanya.
Sutrisno menjelaskan, tali asih tersebut merupakan hasil gotong royong kader PDI Perjuangan Sumatera Utara.
Bantuan disalurkan dalam bentuk tabungan melalui kerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI), dengan nominal disesuaikan berdasarkan kondisi siswa terdampak.
Untuk siswa yang mengalami kondisi berat hingga harus menjalani perawatan dan dirujuk, bantuan diberikan sebesar Rp2,5 juta per orang, khusus untuk Kabupaten Karo.
Sementara siswa yang menjalani rawat inap mendapatkan Rp500 ribu per orang, sedangkan siswa terdampak yang tidak menjalani perawatan memperoleh Rp300 ribu per orang.
“Nilainya mungkin tidak akan menghapus apa yang sudah mereka alami. Tetapi kami berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan dan menjadi tanda bahwa ada orang-orang yang ikut memikirkan mereka. Bagi kami, itu yang paling penting,” ujar Sutrisno.
Jadwal penyerahan disesuaikan dengan waktu belajar siswa
Semula, DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara menjadwalkan penyerahan tali asih di Asahan pada Senin (5/10/2026) pukul 16.00 WIB.
Namun, jadwal tersebut kemudian disesuaikan dengan waktu belajar siswa menjadi pukul 10.00 WIB.
Dalam kegiatan tersebut, DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara menugaskan Sekretaris DPD, Soetarto, untuk menyerahkan tali asih kepada para siswa.
Soetarto didampingi Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Asahan Rosmansyah, pengurus DPC, serta anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Asahan.
Bantuan diberikan melalui tabungan yang difasilitasi BRI sehingga dapat dimanfaatkan masing-masing penerima.
Sutrisno menegaskan, perhatian PDI Perjuangan terhadap siswa terdampak tidak berhenti pada pemberian tali asih.
Menurutnya, perkembangan kondisi anak-anak serta berbagai persoalan yang berkaitan dengan pelaksanaan program MBG tetap perlu menjadi perhatian bersama.
“Kami berharap anak-anak segera pulih dan dapat kembali beraktivitas seperti biasa. Dan tentu kita semua berharap kejadian seperti ini tidak terulang. Anak-anak harus menjadi perhatian utama dalam setiap pelaksanaan program yang menyangkut kebutuhan mereka,” katanya.
Ia menambahkan, pemberian tali asih di Asahan merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa di Kabupaten Karo dan akan dilanjutkan pada Rabu (7/10/2026) di Kabupaten Deli Serdang.
“Kami akan terus melihat apa yang dibutuhkan masyarakat di lapangan. Kalau ada yang bisa kami lakukan untuk membantu, kami akan berusaha hadir. Bukan karena ingin sekadar datang memberikan bantuan, tetapi karena kami ingin anak-anak dan keluarga ini tahu bahwa mereka punya banyak orang yang peduli,” ujar Sutrisno.
Melalui kegiatan tersebut, PDI Perjuangan Sumatera Utara kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap siswa dan keluarga yang terdampak persoalan MBG.
Kehadiran kader di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan dukungan moral sekaligus memastikan keluarga terdampak tidak menghadapi persoalan tersebut seorang diri. [Red/***]






