Segaris.co
Senin, 7 September 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home News

23 tahun hidup cacat dan tinggal di gubuk 2 x 3 meter, Samsul Bakri: “MOHON DERMAWAN BANTU SAYA?”

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
17 November 2023 | 09:50 WIB
in News

JULI 2000… Samsul Bakri (52) lupa tanggalnya, merupakan hari nahas yang merubah perjalanan hidupnya menjadi sangat memprihatinkan sekaligus memilukan.

Angkutan kota (Angkot) Sinar Bangun trayek Kota Pematang Siantar-Perdagangan yang dikemudikannya, mengalami patah as kanan dan remnya blong.

“Saya supir angkot… waktu saya melaju dari Perdagangan, melewati kantor Polsek Bangun, musibah patah as kanan dan rem blong terjadi. Kemudi tidak dapat dikendalikan dan angkot melesat kencang ke arah kanan menabrak pohon besar,” kata Samsul Bakri warga Jalan Asahan Km 8, Nagori Dolok Hataran, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara kepada segaris.co, Rabu (15/11/2023).

Bagian depan angkot penyok dan posisi tubuh Samsul Bakri pun dalam keadaan terjepit hingga batas leher.

“Tubuh saya terjepit hingga batas leher. Saya mendapatkan pertolongan pertama di rumahsakit Vita Insani. Kemudian dirujuk ke RSUD Djasamen Saragih dan selanjutnya ke RSUD Pirngadi Medan,” kata Samsul Bakri.

6 bulan tidak siuman

Akibat kecelakaan yang dialaminya, Samsul Bakri mengalami koma (tidak siuman) selama 6 bulan.

Menurut Samsul Bakri, dua tahun sebelum mengalami kecelakaan, dirinya sudah hidup sebatang kara karena kedua orangtuanya sudah dipanggil Sang Khalik.

“Karena ketiadaan biaya, perawatan di RSUD Pirngadi tidak dilanjutkan. Saya dirawat di rumah keluarga selama tiga tahun. Kondisi saya sangat memprihatinkan sebagian tubuh saya membusuk,” kata Samsul Bakri.

Bagi Samsul Bakri, proses pemulihan yang harus dijalaninya sungguh sangat menyakitkan perasaan.

Samsul Bakri sempat merasa putus asa dan tidak inigin melanjutkan hidupnya.

“Tapi, banyak teman yang memberi nasehat dan menyemangati saya untuk meneruskan hidup ini,” kata Samsul Bakri yang setiap beraktifitas dengan cara merangkak.

Kedua tangan dan kakinya tidak dapat berfungsi sebagaimana yang diharapkannya. Pergerakannya menjadi sangat terbatas.

Tinggal di pondok ukuran 2 x 3 meter

Ada hal yang tidak ingin dipermasalahkannya dan sudah diupayakan untuk diikhlaskannya.

Hal itu dimintanya untuk tidak diungkit, ketika segaris.co menanyakan dimana rumah orangtuanya. Kenapa tinggal di pondok yang hanya berukuran 2 x 3 meter.

Pondok yang berdinding tepas dengan atap seng itu, tingginya tidak sampai 2 meter, sebenarnya layaknya kandang ayam.

Di pondokan yang berlantai semen itulah, Samsul Bakri bertempat tinggal. Di ruangan yang demikian sempit itu, hanya ada tilam tipis dibalut plastik, tempat dia merebahkan tubuh. Ada pakaian berserakan di lantai.

Untuk MCK, Samsul Bakri menumpang pada tetangga, yang untuk airnya harus berbayar Rp30.000 dan untuk listrik juga berbayar Rp30.000.

Hujan turun tak bisa tidur

Yang menjadi masalah bagi Samsul Bakri saat ini, ketika hujan turun dengan waktu panjang, kawasan pondokannya akan penuh genangan áir.

“Kalau hujan turun genangan air masuk ke pondok saya dan tempat tidur basah. Saya tidak bisa tidur,” kata Samsul Bakri yang berharap adanya uluran tangan seorang dermawan yang berkenan menolong memperbaiki pondokannya agar lebih baik sebagai tempat tinggal.

“Saya sudah lama berharap adanya bantuan tempat tidur, agar saat hujan turun, tilam tidak basah dan saya dapat tidur,” katanya.

Samsul Bakri merindukan kehadiran para dermawan agar pondoknya dapat dibenahi sehingga layaknya tempat tinggal. Kemudian, agar binatang liar sepeeti ular, tidak masuk.

Sudah 10 tahun tidak terima bantuan dari pemerintah

Kemudian, Samsul Bakri menyebutkan, bahwa dirinya sudah 10 tahun tidak mendapatkan bantuan apa pun dari pemerintah.

“Sebelumnya saya menerima bantuan tapi sekarang tidak ada, padahal saya sudah didata ulang. Saya tidak tahu, salah saya apa ya. Padahal saya benar-benar orang tidak mampu, cacat dan tidak memiliki rumah layak huni. Saya punya KTP dan KK,” kata Samsul Bakri yang juga menunjukkan kartu BPJS, dan KTP.

Samsul Bakri pun, bermohon kiranya pihak Dinas Sosial Pemkab Simalungun memberikan perhatian, karena situasi kehidupannya sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah.

“Saya membutuhkan sekali bantuan itu,” katanya.

Jualan belut dan ikan gabus

Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, Samsul Bakri berjualan belut dan ikan gabus yang sudah dibungkus plastik.

Barang dagangan yang diambil dari seorang toke ikan, digantungkan berbaris di pinggiran Jalan Asahan Km 7, Nagori Dolok Hataran, Kecamatan Siantar.

“Saya mulai berjualan pukul 10.00, sampai pukul 17.00. Jika rezeki baik, yang laku bisa 10 bungkus yang harga ikannya bervariasi antara Rp20.000 dan Rp40.000. Dari hasil penjualan itu, per bungkus saya dapat Rp2.000. Kadang mau terjual sampai 18 bungkus. Jadi penghasilan saya, antara Rp20.000 ke Rp36.000,” kata Samsul Bakri yang menyebutkan kalau dia tidak berjualan ya tidak ada penghasilan.

Setiap hari Samsul Bakri mengendarai sepedamotor yang sudah dimodifikasi jadi roda empat dan distel bisa mundur.

“Kreta ini saya beli, kebetulan ada yang jual murah. Inilah jalan-jalan saya mau jualan ikan atau kemana pun,” kata Samsul Bakri.

Sebagai catatan, Samsul Bakri melalui akun facebooknya beberapa lalu mengirim pesan ke akun grup teman_dr Susanti (Wali Kota Pematang Siantar) yang mohon uluran tangan dari Bu Wali. (Ingot Simangunsong/***)

 

Tags: BantuanCacatsegarisSegaris.coSiantarSimalungun
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

News

Rapidin Simbolon instruksikan kader PDI Perjuangan Sumut jaga stabilitas politik di tengah bencana

by Ingot Simangunsong
7 September 2026 | 01:40 WIB
0

MEDAN, SEGARIS.CO -- MEMASUKI pekan kedua September 2026, bangsa Indonesia kembali menghadapi berbagai kondisi alam yang berubah cepat. Setelah gempa...

Read more
News

Poster “Kabinet Tangguh” viral, Dedi Mulyadi–Ahok dipasangkan untuk 2029

by Ingot Simangunsong
6 September 2026 | 17:40 WIB
0

Dari Mahfud MD hingga Anies Baswedan, sejumlah tokoh nasional muncul dalam poster digital yang menggambarkan kabinet pemerintahan periode 2029–2034. Namun,...

Read more
News

SD Integritas Bangsa abaikan biaya perobatan siswanya

by Ingot Simangunsong
6 September 2026 | 15:44 WIB
0

MEDAN, SEGARIS.CO - SEBAGAI orangtua, Reynol Josep Hasudungan (43), wajar merasa kecewa atas sikap yang ditunjukkan pihak SD Integritas Bangsa....

Read more
News

Sidang Kasus Kuota Haji: Gus Alex sebut 24 anggota Panja Komisi VIII minta 3.000 riyal

by Ingot Simangunsong
5 September 2026 | 09:56 WIB
0

JAKARTA, SEGARIS.CO — PERSIDANGAN perkara dugaan korupsi pengelolaan kuota haji tambahan tahun 2023–2024 kembali mengungkap keterangan yang menarik perhatian publik....

Read more
News

Bantuan tahap pertama tuntas disalurkan, PDI Perjuangan sapa pengungsi Desa Suka Tengah

by Ingot Simangunsong
5 September 2026 | 08:07 WIB
0

KARO, SEGARIS.CO — WAJAH lelah warga Desa Suka Tengah (Kutatengah) yang mengungsi di Desa Sukatepu, Kecamatan Naman Teran, tak mampu...

Read more
News

Rapidin Simbolon pimpin penyaluran bantuan untuk pengungsi erupsi Gunung Sinabung

by Ingot Simangunsong
4 September 2026 | 08:20 WIB
0

KARO, SEGARIS.CO – KETUA DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, Rapidin Simbolon, memimpin langsung penyaluran bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak erupsi...

Read more

Berita Terbaru

News

Rapidin Simbolon instruksikan kader PDI Perjuangan Sumut jaga stabilitas politik di tengah bencana

7 September 2026 | 01:40 WIB
News

Poster “Kabinet Tangguh” viral, Dedi Mulyadi–Ahok dipasangkan untuk 2029

6 September 2026 | 17:40 WIB
News

SD Integritas Bangsa abaikan biaya perobatan siswanya

6 September 2026 | 15:44 WIB
News

Sidang Kasus Kuota Haji: Gus Alex sebut 24 anggota Panja Komisi VIII minta 3.000 riyal

5 September 2026 | 09:56 WIB
News

Bantuan tahap pertama tuntas disalurkan, PDI Perjuangan sapa pengungsi Desa Suka Tengah

5 September 2026 | 08:07 WIB
News

Rapidin Simbolon pimpin penyaluran bantuan untuk pengungsi erupsi Gunung Sinabung

4 September 2026 | 08:20 WIB
News

Saleh Partaonan Daulay: Penyaluran KUR dengan plafon Rp100 juta tak perlu agunan tambahan

4 September 2026 | 06:56 WIB
News

Kebakaran pabrik PT Evyap di KEK Sei Mangkei, Tiga pekerja vendor tewas

3 September 2026 | 18:03 WIB
News

Jusniar Siahaan: “Penutupan Hotel Zoe’s Paradise hanya akal-akalan saja”

3 September 2026 | 17:29 WIB
SEREMONI

Dengan akhlak Nabi, Polres Siantar wujudkan pelayanan humanis

3 September 2026 | 14:06 WIB
News

Erupsi Gunung Sinabung ganggu penerbangan Kualanamu, Bandara sempat ditutup sementara

3 September 2026 | 13:07 WIB
News

Bukan sekadar ekonomi, CU dampingan YAPIDI cetak pemimpin perempuan dari desa

3 September 2026 | 10:01 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus