TAPANULI UTARA — SEGARIS.CO — PASOKAN ikan laut ke Kabupaten Tapanuli Utara mengalami gangguan serius menyusul bencana tanah longsor yang melanda jalur utama Tarutung–Sibolga.
Kondisi ini menyebabkan distribusi komoditas perikanan dari Sibolga terhenti dan para pedagang terpaksa memasok ikan dari Medan serta Tanjungbalai.
Pedagang ikan laut di Pasar Tarutung, Ma Martin boru Sinaga dan Boru Silitonga, mengungkapkan bahwa suplai dari Sibolga belum dapat kembali normal karena kerusakan infrastruktur jalan belum sepenuhnya pulih.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tapanuli Utara, Anggiat Panggabean, didampingi Sekretaris Disperindag, Tutur Simanjuntak, menjelaskan bahwa terdapat sedikitnya 15 pengusaha ikan laut yang beroperasi di Pasar Tarutung.
Mereka biasanya mendistribusikan sekitar 20 ton ikan laut per minggu ke seluruh kecamatan di daerah tersebut.
“Selain ikan laut, pasokan pisang kepok dari Nias yang mencapai 20 ton per minggu juga tidak dapat masuk ke Tarutung,” ujar Anggiat saat ditemui, Jumat (28/11).
Terganggunya suplai membuat masyarakat beralih ke produk alternatif seperti ikan air tawar, ayam, dan daging babi.
Situasi serupa juga terjadi pada kebutuhan bahan bakar minyak. BBM jenis solar, pertamax, dan pertalite tidak dapat dikirim dari Sibolga sehingga pasokan dialihkan dari Pematangsiantar, namun hanya solar dan pertamax yang tersedia.
Keterbatasan pertalite berdampak pada operasional becak motor, angkutan kota, serta sepeda motor yang umumnya mengandalkan jenis bahan bakar tersebut.
Kondisi ini semakin menyulitkan masyarakat, terutama karena bertepatan dengan hari pasar besar di Tarutung. [Martua Situmorang/***]








