Segaris.co
Sabtu, 17 Oktober 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home News
Hendrar Prihadi

Hendrar Prihadi

KATA Sutrisno Pangaribuan: “Hendrar Prihadi dinilai layak jadi calon Gubernur Sumut dari PDI-Perjuangan”

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
24 Oktober 2022 | 20:25 WIB
in News

TAHUN 2024 sebagai “tahun politik” di Indonesia, merupakan tahun kesempatan bagi rakyat untuk memberikan pelajaran bagi para politikus perusak bangsa. Sebab, di tahun 2024, dilakukan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak, Pemilihan Legislatif (Pileg), dan juga Pemilihan Presiden (Pilpres).

Di tahun tersebut, tentunya akan bermunculan Calon Kepala Daerah, baik Calon Gubernur (Cagub), Calon Bupati (Cabup), Calon Walikota (Cawako), Calon Legislatif (Caleg), dan juga Calon Presiden (Capres).

Nah, disaat inilah nantinya mereka-mereka yang mencalon itu akan terkesan seperti orang yang punya kepedulian kepada sesama dengan memberikan hadiah, bantuan, dan janji-janji. Dan kalau hal ini terjadi, dapat dipastikan bahwa mereka bukan orang baik, sehingga tidak layak dipilih.

Prasangka ini dilontarkan Sutrisno Pangaribuan, kader PDI-Perjungan sekaligus Presidium Kongres Rakyat Nasional (KoRaN), dalam rilisnya yang diterima Senin (24/10/2022).

Baca juga :

Di SMA Negeri 6 Pematang Siantar, LBH Gerak Indonesia sosialisasi UU Perlindungan Anak

Mantan anggota DPRD Sumut yang dikenal vokal ini menyarankan, kalua ada calon atau timnya yang memberi hadiah atau janji, rekam peristiwanya dan laporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) maupun ke sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu).

Sutrisno juga berpesan, kalau ada calon yang secara langsung atau melalui timnya, ngotot memberi hadiah dalam bentuk apapun, seperti uang, barang, bahkan janji, ambil hadiahnya tetapi jangan pilih orangnya. Karena para calon seperti itu, diyakini tidak mempunyai kapasitas maupun kapabilitas yang mumpuni.

“Presiden yang bagus pun tidak akan mampu melakukan perubahan sepanjang mitranya, legislatif tidak memiliki kapasitas yang memadai. Maka jika Indonesia 2024 kita harapkan lebih baik, pilihlah Cagub, Cabup, Cawako, Caleg, dan Capres yang tidak dungu,” himbau Sutrisno.

Menurutnya, akibat “duduknya” orang-orang seperti itu di legislatif baik pusat maupun daerah, serta di pemerintahan daerah, program pemerintah pusat sering tidak sebangun dengan pemerintah daerah, karena selama ini, di banyak tempat, kepala daerah dan DPRD-nya tidak memiliki kapasitas yang memadai. Akibatnya program- program pemerintah pusat sering sekali tidak dapat dirasakan oleh masyarakat.

“Berdasarkan realitas tersebut, sejatinya partai politik mempersiapkan orang-orang terbaik untuk menjadi pemimpin, baik Presiden/Wakil Presiden, Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah, termasuk legislatif, baik pusat maupun daerah, sehingga eksekutif dan legislatif menjadi mitra strategis dan kritis. Dengan persiapan yang baik, rakyat akan disuguhkan para eksekutif dan legislatif yang memiliki kecakapan,” terang Sutrisno yang juga mantan Staf Ahli DPRD Sumut periode 2019 – 2021 ini.

Baca juga :

Di ajang Road to UFC, dunia saksikan Jeka Saragih (Indonesia) KO-kan Ki Won Bin (Korea Selatan)

Sutrisno Pangaribuan

Mengacu pada proses yang dialami oleh Presiden Jokowi, imbuhnya, didapatkan beberapa hal, meskipun akhirnya sudah dihentikan oleh Presiden Joko Widodo, yakni sempat muncul wacana perpanjangan periode atau tiga periode dan juga  penambahan waktu dengan jadwal pemilu diundur terhadap jabatan presiden.

Kalau mengikuti alur pikir yang sebangun, sambungnya lagi, maka seharusnya orang yang masih satu periode jadi kepala daerah (gubernur, bupati, walikota), seharusnya dilanjutkan ke periode kedua. Seperti Bobby Nasution di Medan, Eri Cahyadi di Surabaya, Gibran Rakabuming di Solo, Zahir di Batubara, Darma Wijaya di Serdang Bedagai, dan lainnya.

Tuntaskan dulu tanggung jawab dua periode di daerah masing-masing, baru bertarung di tingkat berikutnya. Karena kalau dirasakan bagus, masyarakat pasti akan minta tambah waktu,” tegasnya.

Diurai Sutrisno, sebelum menjadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi menjadi Walikota Solo dua periode. Maka sejatinya, setiap kepala daerah dari PDI Perjuangan menjadikan Jokowi sebagai teladan, karena mengutamakan kepentingan rakyat daripada ambisi kekuasaan yang sangat personal.

Baca juga :

DGP Sumut ajak perangi politik identitas

Baginya, menjadi gubernur itu tidak lebih keren daripada jadi bupati/walikota. Alasannya, basis otonomi daerah itu adalah kabupaten/kota, maka siapa yang menjadi bupati/ walikota dari PDI Perjuangan sejatinya berusaha untuk pemimpin dua periode. Tidak sekedar menjadikan jabatan bupati/walikota sebagai batu loncatan.

Dia mencontohkan penugasan Jokowi ke Pilkada DKI Jakarta, didasarkan pada prestasi beliau sebagai Walikota Solo dua periode. Pilkada Solo tahun 2010, Jokowi-Rudy di periode kedua memeroleh kemenangan 90,09 persen suara. Perolehan itu menjadi rujukan prestasi untuk melangkah selanjutnya. Terbukti, di putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2012, Jokowi-Ahok unggul 53,82 persen dari pasangan Fauzi Bowo/Nachrowi Ramli yang memperoleh suara 46,18 persen.

Proses yang dialami Jokowi, katanya, sesuai dengan apa yang disampaikan Ibu Mega tentang kesabaran revolusioner, atau ojo kesusu kalau menurut Jokowi.

Pada Pilkada 2024 nanti, Sutrisno berharap, semua kepala daerah dari PDI Perjuangan yang baru satu periode, dapat mempersiapkan diri untuk maju dan menang di periode kedua. Sebab kalau ada orang atau kelompok yang mendorong walikota/bupati satu periode menjadi calon gubernur, dapat dipastikan mereka adalah penjilat, dan ingin menjerumuskan. Atau paling tidak orang yang tersebut justru menginginkan jabatan yang akan ditinggal.

“Misalnya, kalau ada orang atau kelompok yang mendorong, mempromosikan Bobby Afif Nasution maju sebagai Calon Gubsu tahun 2024, pasti orang atau kelompok tersebut punya niat yang tidak baik, menjerumuskan, penjilat, dan bahkan menginginkan posisi Walikota Medan tersebut. Baiknya matanglah sematang Jokowi di Solo. Jangan grasa- grusu, ojo kesusu!,” saran mantan Ketua Cabang GMKI Kota Medan ini.

Diingatkannya, tiga kali berturut-turut pada Pilgubsu, calon PDI Perjuangan selalu kalah. Dia berharap pada Pilkada serentak 2024 nanti, calon PDI Perjuangan bisa menang.

Untuk memenangkan pertarungan itu, usulnya, strategi harus diubah, yaitu memperkenalkan sejak dini Bakal Calon Gubsu tahun 2024 dari PDI Perjungan.

“Sebagai bagian dari PDI Perjuangan, saya akan mensosialisasikan Dr. Hendrar Prihadi, S.E, M.M, usia 50 Tahun, menjadi Calon Gubernur Sumatera Utara. Hendrar Prihadi pernah menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, pernah Wakil Walikota Semarang, dan Walikota Semarang dua periode. Saat ini menjadi Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP), jabatan non kementerian setingkat Menteri. Sebagai Walikota Semarang dua periode, beliau telah menunjukkan loyalitas kepada rakyat dan partai. Maka kalau Ibu Mega dan Pak Jokowi merestui dan mendukung Beliau, pasti dapat memenangkan Pilgubsu 2024,” jelasnya.

Pengalaman dan kematangan tersebut, tambahnya lagi, menjadi modal awal untuk diperkenalkan kepada masyarakat Sumatera Utara. Beliau dapat dipasangkan dengan Dr. Jonius Taripar Parsaulian Hutabarat, S.Si, M.Si (JTP), yang saat ini masih jadi anggota DPRD Sumut dari Partai PERINDO.

Latar belakang JTP, sambungnya, mantan Kapolres Tapanuli Utara. Sewaktu mahasiswa aktif di GMNI, dan ini membuat beliau dekat dengan PDI Perjuangan. Kolaborasi Dr. Hendrar Prihadi dan Dr. Jonius T.P. Hutabarat diyakini dapat membuat Provinsi Sumatera Utara akan lebih maju. Jika Ganjar Pranowo akan jadi presiden, pengalaman mereka itu nantinya akan memudahkan koordinasi pemerintah pusat dengan Pemprovsu untuk melaksanakan pembangunan. (Sipa Munthe/***)

Tags: GubernurSumut
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

Oplus_131072
News

LSM Fokus Mitra Indonesia  kukuhkan kepengurusan, Amister Silalahi pimpin organisasi

by Ingot Simangunsong
17 Oktober 2026 | 12:50 WIB
0

PEMATANGSIANTAR, SEGARIS.CO — LEMBAGA Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Komunikasi Mitra Indonesia atau Fokus Mitra Indonesia resmi melantik dan mengukuhkan kepengurusan...

Read more
News

Kapolres Simalungun gelar coffee morning bersama 160 insan pers

by Ingot Simangunsong
16 Oktober 2026 | 21:29 WIB
0

SIMALUNGUN, SEGARIS.CO – KAPOLRES Simalungun AKBP Hendri Nupia Dinka Barus menggelar kegiatan Coffee Morning dan temu ramah bersama insan pers...

Read more
News

Dearmando Damanik: “Daud Simanjuntak itu memiliki hati melayani”

by Ingot Simangunsong
16 Oktober 2026 | 11:34 WIB
0

Dearmando Damanik: "Daud Simanjuntak itu memiliki hati melayani" Dearmando Damanik menunjukkan proses pupuk organik Asap Cair Osaka PEMATANGSIANTAR, SEGARIS.CO --...

Read more
News

‎Bupati Taput dan Mendikdasmen gelar dialog pendidikan bersama guru dan kepala sekolah, bahas penguatan mutu pendidikan

by Ingot Simangunsong
16 Oktober 2026 | 07:38 WIB
0

TAPANULI UTARA, SEGARIS.CO --‎ PEMERINTAH Kabupaten Tapanuli Utara menggelar Dialog Pendidikan bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti...

Read more
News

Capai kesepakatan bersama, pedagang tanggul Aek Sigeaon siap direlokasi

by Ingot Simangunsong
15 Oktober 2026 | 11:05 WIB
0

TAPANULI UTARA, SEGARIS.CO -- PEMERINTAH Kabupaten Tapanuli Utara mengambil langkah strategis dalam penataan kawasan dan mitigasi bencana dengan merelokasi para...

Read more
Oplus_131104
News

Di Musda XI DPD Partai Golkar Pematangsiantar, Daud Simanjuntak siap maju mencalonkan diri jadi Ketua

by Ingot Simangunsong
14 Oktober 2026 | 21:13 WIB
0

PEMATANGSIANTAR, SEGARIS.CO -- DENGAN berbekal usulan, dukungan penuh dan penugasan dari ORMAS MKGR sebagai salah satu ormas yang melahirkan/pendiri Partai...

Read more

Berita Terbaru

News

LSM Fokus Mitra Indonesia  kukuhkan kepengurusan, Amister Silalahi pimpin organisasi

17 Oktober 2026 | 12:50 WIB
News

Kapolres Simalungun gelar coffee morning bersama 160 insan pers

16 Oktober 2026 | 21:29 WIB
News

Dearmando Damanik: “Daud Simanjuntak itu memiliki hati melayani”

16 Oktober 2026 | 11:34 WIB
News

‎Bupati Taput dan Mendikdasmen gelar dialog pendidikan bersama guru dan kepala sekolah, bahas penguatan mutu pendidikan

16 Oktober 2026 | 07:38 WIB
News

Capai kesepakatan bersama, pedagang tanggul Aek Sigeaon siap direlokasi

15 Oktober 2026 | 11:05 WIB
News

Di Musda XI DPD Partai Golkar Pematangsiantar, Daud Simanjuntak siap maju mencalonkan diri jadi Ketua

14 Oktober 2026 | 21:13 WIB
News

Matangkan persiapan Rakernas V MPK Indonesia, Bupati Taput audiensi dan koordinasi dengan Wagubsu ‎

14 Oktober 2026 | 09:50 WIB
News

Syahmidun Saragih: Tiga agenda Musda Golkar Siantar dengan Nakhoda handal memenangkan Pileg 2029

14 Oktober 2026 | 07:09 WIB
News

Jelang Musda XI Golkar Pematangsiantar, Syahmidun Saragih nilai Daud Simanjuntak layak pimpin partai

13 Oktober 2026 | 12:44 WIB
News

Erikson Sianipar: MBG bukan sekadar memberi makan, tetapi mempersiapkan Generasi Emas Indonesia

12 Oktober 2026 | 21:15 WIB
Kolom

PEMAKZULAN: Istilah politik yang sudah berusia ratusan tahun ahun, apa sih artinya?

12 Oktober 2026 | 04:26 WIB
News

Organda Medan: “Angkutan umum gratis bagi pelajar lebih efisien dari bus listrik”

11 Oktober 2026 | 18:33 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus