Segaris.co
Kamis, 4 Juni 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home VIEW
Fony Sitanggang (kanan) saat berada di kilang Kyan Ulos untuk mempersiapkan 700 meter ulos.

Fony Sitanggang (kanan) saat berada di kilang Kyan Ulos untuk mempersiapkan 700 meter ulos.

Di Hari Ulos 17 Oktober, Kyan Ulos siapkan 700 meter ulos yang akan diarak dari Pangururan hingga Sianjurmula-mula

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
10 Oktober 2022 | 14:27 WIB
in VIEW

MENGHABISI waktu 5 minggu, Kyan Ulos – dengan kerja manual melibatkan 5 tenaga penenun – telah menyelesaikan 700 meter ulos yang akan diarak dari Pangururan hingga Sianjurmula-mula pada perayaan HARI ULOS yang akan digelar di Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara, Senin 17 Oktober 2022.

“Kita berdayakan penenun muda, yang sebagian dari mereka adalah mahasiswa, untuk menyelesaikan 700 meter ulos yang akan diarak pada Hari Ulos nanti,” kata Owner Kyan Ulos, Fony Sitanggang kepada segaris.co di kios Kyan Ulos, Pasar Horas Jalan Sutomo, Kota Pematang Siantar, Provinsi Sumatera Utara, Senin (10/10/2022).

Pengerjaan 700 meter ulos secara manual tersebut, dilaksanakan di kilang Kyan Ulos, Jalan Melanthon Siregar, Gang Sipahutar.

Menurut Fony Sitanggang, apa yang diperbuatnya, adalah ungkapan rasa syukur bahwa tenunan ulos telah memberikan kehidupan bagi banyak orang.

“Semua ini kita kerjakan dari hati yang ikhlas dan karena rasa syukur,” kata Fony Sitanggang yang menjelaskan untuk biaya dasar yang harus dikeluarkan untuk 700 meter ulos, mencapai Rp21.000.000.

Baca juga :

Osde Simarmata: “Tingkatkan kualitas pendidikan, kejar target siswa mampu Calistung”

Ditenun secara manual

Disampaikan Fony Sitanggang, keputusan untuk mempersiapkan 700 meter ulos dengan cara manual, untuk menunjukkan bahwa melalui proses tersebut, diperlukan inovasi, kreatifitas, ketulusan dan keikhlasan.

“Dengan cara manual itu juga, kita dapat berdayakan para pelaku tenun yang selama pandemi Covid-19, sangat kesulitan dalam mencari tambahan penghasilan,” kata Fony Sitanggang.

Walau dalam mempersiapkan 700 meter ulos tersebut, hanya melibat 5 tenaga penenun, menurut Fony Sitanggang dengan momentum Hari Ulos, setidaknya ada nuansa kebangkitan tenun ulos dalam kehidupan sosial-kemasyarakat, terkhusus di lingkungan etnis Batak.

Fony Sitanggang (kanan) memberikan arahan kepada pekerja yang mempersiapkan 700 meter ulos yang akan diarak pada Hari Ulos 17 Oktober 2022 di Samosir

 

Ulos Sadum

Fony Sitanggang menjelaskan, 700 meter ulos yang disiapkan tersebut, dikenal sebagai Ulos Sadum.

“Ulos Sadum, saat ini sangat banyak diminati masyarakat Batak yang menjalankan pesta adat, karena ulos tersebut harganya sangat terjangkau berbagai kalangan,” kata Fony Sitanggang.

Menurut Fony Sitanggang, panitia Hari Ulos yang memutuskan untuk mengarak ulos sepanjang 700 meter hasil karya tangan penenun tersebut, adalah langkah yang tepat dalam memperkenalkan ulos ke seantero jagad raya.

“Memang ulos sudah cukup dikenal, tetapi dengan semakin digaungkannya Hari Ulos, serta dilakukannya pengarakan ulos, maka semakin dikenallah hasil tenunan ulos,” kata Fony Sitanggang.

Pimpinan Rdedaksi segaris.co, Ingot Simangunsong mengenakan slempang Hari Ulos 2022 dan pengikat kepala yang diupersiapkan Kyan Ulos.

Baca juga :

Meski dilarang SPBU jual Pertalite ke pedagang BBM eceran, Manager: “Memakai jerigen pun tidak ada masalah itu”

Siap Fony Sitanggang?

Sejak tahun 1994 — lebih kurang 28 tahun — Fony Sitanggang menekuni bisnis ulos.

Bisnis itu, dimulainya dengan hanya mengenal satu jenis ulos, yakni ulos sadum yang ditenun dari industri rumahan (home industry) buah karya para ibu-ibu di Kota Pematangsiantar.

“Saya mulai bisnis ini dengan menjual satu jenis ulos, yaitu ulos sadum,” kata Fony Sitanggang.

Seiring berjalan waktu, Fony Sitanggang senantiasa mendengar keluhan ibu-ibu, berkaitan harga ulos turun, hingga tidak adanya pedagang yang menampung dikarenakan banjir ulos yang mereka tenun.

“Saya merasa prihatin. Akhirnya saya punya ide untuk menginovasi bahan dasar ulos agar dapat dimanfaatkan untuk keseharian,” katanya.

Fony Sitanggang pun membangun kerjasama dengan ibu-ibu yang menjadi binaannya. Salah satu perubahan yang disampaikan Fony, berkaitan dengan keseriusan memperhatikan kualitas benang, dan mempercantik motif.

Berkat kerjasama dan inovasi yang dilakukan, dihasilkan beberapa produk baru, diantaranya; jas, blazer, kemeja, rompi, berbagai macam dasi, tas, taplak meja, sarung kursi, topi, detar dan peci, yang kesemuanya merupakan modifikasi disain ulos.

“Dengan menginovasi bahan dasar ulos inilah semakin terjadi pelebaran lapangan kerja. Karena banyak permintaan, akhirnya saya buka kilang tenun sendiri,” kata Fony Sitanggang yang menjelaskan sejak awal sangat tertarik dengan ulos dari sisi bisnisnya.

Baca juga :

Hj Susanti Dewayani: “PPTSB Wilayah II Sumut senantiasa melestarikan nilai sosial budaya, serta hubungan kemitraan strategis”

Nama Kyan Ulos

Untuk memperkenalkan bisnis ulosnya, Fony pun memutuskan usahanya dengan nama Kyan Ulos.

Diungkapkannya, nama itu merupakan perpaduan nama anaknya yang sulung, Franky Samosir dan anak kedua, Daniel Christian Samosir.

Kenapa memadukan kedua nama itu? Fony Sitanggang punya harapan, kelak ketika dirinya sudah tidak mampu meneruskan usaha tersebut, kedua anaknya itulah yang akan melanjutkannya.

“Itu pengharapan saya,” kata Fony yang mengaku bahwa sebelum pandemi Covid-19, punya karyawan tetap 24 orang, dan karyawan tidak tetap 50 orang.

“Cabang kita sebelum Covid-19, ada di Medan, Kalimantan Timur, dan produk kita ada juga di gedung Smesco Jakarta Selatan,” katanya.

 

Dapat diterima setiap hari

Fony Sitanggang, melalui Kyan Ulos, terobsesi menjadikan ulos sebagai bagian dari adat Batak, menjadi produk yang lebih dapat diterima sehari-hari.

“Untuk itu Kyan Ulos akan memanfaatkan kemudahan-kemudahan yang disediakan di pasar bebas. Kami memiliki kesempatan lebih dekat ke pasar dan juga memiliki akses yang lebih luas yang sebelumnya sulit kami capai,” kata Fony Sitanggang.

Produk Kyan Ulos sudah sampai ke luar negeri, seperti Penang, Singapore, Papua, Kalimantan Timur, Jogja, Bandung dan daerah lainnya.

Kyan Ulos juga sering mengikuti even yang diadakan pemerintah dan pihak swasta. Misalnya, pameran setiap tahun di PRJ (Pekan Raya Jakarta), pameran di Surabaya yang dibawa Prusda Pematangsiantar, pameran yang diadakan Bank Sumut, BNI, dan mengikuti pertandingan Bhayangkari se Indonesia di Mabes Polri 2014, keluar sebagai juara 1.

 

Tidak hanya itu, Kyan Ulos, juga mendapat Penghargaan Shidakarya 2018 Tingkat Provinsi dari Gubernur Sumut, Penghargaan Paramakarya dari Presiden RI Jokowi yang diserahkan Menteri Tenaga Kerja, Ida Fauziyah.( 27-28 November 2019).

Seluruh prestasi dan pencapaian target tersebut, adalah hasil disain sendiri, sebagai produk Kyan Ulos.

“Usaha ini, saya sendiri yang merintisnya, yang akhirnya sangat bermanfaat bagi orang banyak dan membantu keluarga,” kata Fony Sitanggang, istri dari Karman Samosir itu.

“Keberhasilan yang dicapai sekarang ini berkat dukungan suami dan anak-anak,” kata ibu dari 4 anak ini, yakni Franky Samosir (sudah berkeluarga alumni Unpar), Daniel Christian Samosir tamat dari ITB, Firman Samosir masih kuliah di UKDW dan si bungsu Elisabeth Samosir, masih kuliah di Universitas Indonesia.

Dan yang membanggakan bagi Fony Sitanggang, ketiga putranya sudah mengikuti jejaknya untuk melanjutkan dan mengembangkan usaha tersebut.

“Saya bangga, mereka memilih menjadi entrepreneur. Pesan saya, mari bangga dengan produk lokal, buatan Indonesia. Salam budaya. Kita Indonesia, Kita Produktif,” kata Fony Sitanggang. (Ingot Simangunsong/***)

 

ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

VIEW

‎Colour Run sukses, Pemkab Taput komit dukung event pariwisata berkelanjutan

by Ingot Simangunsong
17 Mei 2026 | 07:57 WIB
0

TAPANULI UTARA -- SEGARIS.CO -- ‎PEMERINTAH Kabupaten Tapanuli Utara (Pemkab Taput) menegaskan komitmennya untuk mendukung pengembangan potensi daerah melalui kolaborasi...

Read more
VIEW

DTW Pallombuan dibuka, Bupati: Sinergi pusat-daerah percepat pembangunan pariwisata Samosir

by Ingot Simangunsong
12 Desember 2025 | 18:34 WIB
0

SAMOSIR -- SEGARIS.CO -- OBJEK Wisata Daerah Tujuan Wisata (DTW) Pallombuan di Kecamatan Palipi, Kabupaten Samosir, resmi beroperasi setelah diresmikan...

Read more
VIEW

Pariwisata Samosir bangkit lewat event olahraga

by Ingot Simangunsong
7 Juni 2024 | 12:42 WIB
0

SAMOSIR – SEGARIS.CO - Pemerintah Kabupaten Samosir gencar melakukan promosi wisata melalui berbagai event olahraga internasional. Salah satunya adalah kegiatan...

Read more
VIEW

Kerjasama pemerintah dan pengusaha, kunci keberhasilan wisata Samosir

by Ingot Simangunsong
16 April 2024 | 18:59 WIB
0

SAMOSIR - SEGARIS.CO - Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan jenis usaha produktif yang dimiliki individu atau badan usaha...

Read more
VIEW

Rumah penduduk jadi penginapan, Waterfront City Pangururan membludak selama Idul Fitri

by Ingot Simangunsong
16 April 2024 | 15:02 WIB
0

SAMOSIR - SEGARIS.CO - Selama perayaan Hari Raya Idul Fitri tahun 1445 H/2024, Waterfront City Pangururan dipadati ribuan pengunjung wisatawan...

Read more
Soeren (20) wisatawan mancanegara asal  negara Jerman menikmati Tuak
VIEW

Wisatawan Jerman terpesona keindahan Danau Toba dan Budaya Batak di Samosir

by Ingot Simangunsong
2 April 2024 | 14:58 WIB
0

SAMOSIR - SEGARIS.CO - Soeren (20), seorang wisatawan mancanegara dari Jerman, terpesona oleh keindahan Danau Toba, terutama pulau Samosir, dan...

Read more

Berita Terbaru

News

Bupati Tapanuli Utara Pimpin FGD, targetkan perencanaan pembangunan daerah yang terintegrasi dan komprehensif

4 Juni 2026 | 08:01 WIB
News

BESOK… DPRD Sumut gelar RDP bahas korban penipuan BNI Siantar

2 Juni 2026 | 15:07 WIB
News

Martogi Sinaga serahkan SK defenitif PAC IPK Ujungpadang

1 Juni 2026 | 15:56 WIB
SEREMONI

Pemkab Tapanuli Utara kembali raih Opini WTP dari BPK RI

30 Mei 2026 | 10:50 WIB
News

Pemkab Tapanuli Utara serahkan santunan korban kebakaran Hutatinggi

29 Mei 2026 | 22:03 WIB
News

PAN Langkat sembelih 5 sapi Qurban di Idul Adha 1447 H

28 Mei 2026 | 15:55 WIB
News

‎Bupati Taput tinjau pemulihan jalan BKPSU dan lokasi Huntap bantuan KDM

28 Mei 2026 | 06:44 WIB
SEREMONI

Kapolres Simalungun Sholat Idul Adha di Rambung Merah

27 Mei 2026 | 14:07 WIB
News

‎Diikuti 104 peserta, SAfest 2026 Sibandang – Muara sukses

25 Mei 2026 | 06:49 WIB
News

Pangulu minta Ketua Maujana Nagori Rambung Merah segera DICOPOT

24 Mei 2026 | 18:26 WIB
News

‎Masuk 42 Daerah Piloting Nasional, Pemkab Taput gelar ToT digitalisasi bantuan sosial bagi 510 agen

23 Mei 2026 | 10:54 WIB
News

Wabup Taput: “BUMDes Saurdot harus menjadi contoh dan role model”

22 Mei 2026 | 11:46 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2024 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir sinata berita

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2024 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir sinata berita