JAKARTA, SEGARIS.CO — VIDEO yang menarasikan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, ditangkap atau dijemput paksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ramai beredar di media sosial.
Namun, KPK membantah narasi tersebut. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan bahwa video yang beredar bukan rekaman penjemputan paksa oleh penyidik KPK.
Klarifikasi itu disampaikan pada Selasa (20/10/2026), menyusul beredarnya video yang memperlihatkan sosok yang disebut Nusron keluar dari sebuah gedung dengan pengawalan sebelum masuk ke mobil berwarna hitam.
Mengapa nama Nusron dikaitkan dengan KPK?
Meski narasi penangkapan dalam video tersebut dibantah, Nusron memang menjadi pihak yang keterangannya dibutuhkan penyidik dalam perkara dugaan korupsi di lingkungan ATR/BPN.
Menurut laporan, Nusron sebelumnya dijadwalkan menjalani pemeriksaan pada 7 Oktober 2026 dan kemudian dijadwalkan ulang pada 15 Oktober 2026. Ia tidak menghadiri kedua jadwal tersebut.
Nusron kemudian menyampaikan alasan ketidakhadiran terkait agenda perjalanan dinas ke luar negeri dan meminta penundaan pemeriksaan.
KPK masih mempertimbangkan langkah selanjutnya
KPK menyatakan masih mempertimbangkan langkah berikutnya untuk meminta keterangan Nusron.
Opsi yang dibahas antara lain pemanggilan ulang dan kemungkinan penerbitan surat perintah membawa, sesuai perkembangan proses penyidikan.
Dengan demikian, klaim bahwa Nusron telah ditangkap atau dijemput paksa berdasarkan video viral tersebut tidak sesuai dengan klarifikasi KPK.
Namun, perkembangan pemeriksaan dan proses hukum terkait perkara ATR/BPN tetap perlu dipantau.
Publik perlu memeriksa informasi sebelum membagikan
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa video yang beredar di media sosial belum tentu menggambarkan kejadian sebagaimana narasi yang menyertainya.
Masyarakat perlu membedakan antara gambar yang benar-benar terlihat, keterangan resmi pihak berwenang, dan kesimpulan yang dibuat oleh pengunggah.
Segaris.co akan terus mengedepankan verifikasi dan perkembangan informasi agar pembaca memperoleh berita yang akurat, berimbang, dan tidak menyesatkan. [Red/***]
SEGARIS.CO — Berita, Pemikiran, dan Aspirasi Masyarakat.
Catatan redaksi: Ilustrasi di atas bersifat simbolis, bukan foto dokumentasi kejadian sebenarnya. Digunakan sebagai ilustrasi berita, bukan sebagai bukti bahwa Nusron berada di lokasi tersebut.






