JAKARTA — SEGARIS.CO — BUPATI Simalungun, H. Anton Achmad Saragih, bersama para kepala daerah dari seluruh Indonesia menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Sinergi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Urusan Pemerintahan Umum di Daerah yang berlangsung di Hotel Pullman Jakarta Central Park, Kamis (15/01/2026).
Kehadiran Bupati Simalungun dalam Rakornas tersebut merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Simalungun dalam mendukung program prioritas Presiden Republik Indonesia, sekaligus menyelaraskan pelaksanaannya dengan Asta Cita Bupati Simalungun.
Rakornas ini diselenggarakan Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dengan tujuan memperkuat sinergi dan koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan umum.
Kegiatan Rakornas dibuka secara resmi oleh Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Akmal Malik, didampingi Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir.
Selama rapat berlangsung, pembahasan difokuskan pada penyelarasan pelaksanaan urusan pemerintahan umum di daerah agar sejalan dengan kebijakan nasional. Fokus utama meliputi upaya menjaga stabilitas sosial dan politik, memperkuat pertumbuhan ekonomi, serta mendukung penguatan ketahanan pangan nasional.
Menteri Dalam Negeri menegaskan bahwa kemandirian fiskal daerah, inovasi, serta ketahanan pangan merupakan pilar utama pembangunan nasional.
Pemerintah daerah didorong untuk aktif menggali potensi lokal, memperluas partisipasi masyarakat, serta tidak hanya bergantung pada transfer anggaran dari pemerintah pusat.
Usai mengikuti Rakornas, Bupati menyampaikan bahwa partisipasinya dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen nyata Pemerintah Kabupaten Simalungun dalam mendukung penuh kebijakan nasional, khususnya program prioritas Presiden Republik Indonesia dan penguatan ketahanan pangan.
Bupati juga menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Simalungun telah mendorong program sederhana namun berdampak positif, yakni “satu siswa menanam satu pohon tanaman produktif” di setiap sekolah.
Tanaman yang ditanam antara lain cabai, jagung, dan berbagai jenis tanaman produktif lainnya. Program ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana edukasi bagi peserta didik, tetapi juga sebagai kontribusi nyata daerah dalam mendukung ketahanan pangan nasional. [Hanna Napitu/***]






